Dana Desa Kelinjau Ilir ?

Ditulis oleh : Asia Muhidin, S.Pd ( Ketum LSM FP2K )

Telisiktuntas.com –  Setelah berpuluh – puluh tahun desa mengalami ketertinggalan jauh dalam pemerataan pembangunan, maka kelahiran Undang-undang desa telah menempatkan desa sebagai salah satu wilayah terkecil di Indonesia untuk mendapatkan perhatian khusus dalam hal pemerataan pembangunan. Sejak tahun 2015 pemerintah pusat mengucurkan dana desa dan setiap tahun dana desa mengalami peningkatan.

Tentunya Pemerintah pusat melalui Dana Desa menginginkan agar dana desa  dapat dioptimalkan penggunaan nya, melalui perencanaan pembelanjaan dana desa yang memiliki multiplier effect tinggi, agar dana desa dapat digunakan secara tepat sasaran, guna membangun desa dan menurunkan angka kemiskinan di pedesaan.

Namun tujuan pemerintah untuk melakukan pemerataan pemebangunan sampai di pedesaan, melalui dana desa ternyata tidak berjalan dengan mulus, karena sejak 2015 sampai 2019 ada sekian ratus kepala desa yang tersandung kasus korupsi dana desa, kasus korupsi tersebut bisa saja terjadi karena paktor psikis seorang kepala desa yang kaget dengan jumlah dana desa yang dikelola nya apa lagi jika  oknum-oknum kepala desa memang memiliki sifat yang rakus, tentunya dana desa menjadi sasaran empuk untuk memperkaya diri sendiri.

Kami LSM Forum Pemuda Pemantau Kebijakan ( FP2K ) Provinsi Kalimantan Timur dalam hal ini telah melakukan pemantauan / investigasi terhadap penggunaan dana desa terhadap salah satu desa yang terdapat di wilayah Kutai Timur yang mendapat kucuran dana desa, yaitu desa Kelinjau ilir, Kecamatan Muara Ancalong.  Desa Kelinjau ilir merupakan salah satu desa yang juga mengalami peningkatan mendapatkan dana desa setiap tahunnya, tahun 2015 Rp. 320,804,514, tahun 2016 Rp. Rp. 740,422,339, tahun 2017 Rp. 937,205,957, tahun 2018 Rp. 1,387,704, tahun 2019 Rp. 1,794,523,012 dan tahun 2020 sebesar.  Rp. 2,122,916,000.

LSM Forum Pemuda Pemantau Kebijakan Provinsi Kalimantan Timur, melakukan pemantauan fokus pada penggunaan dana desa tahun 2020, dimana dari hasil pemantaun tersebut menemukan beberapa dugaan penyalahgunaan dalam penggunaan anggaran dana desa, terutama pada pembangunan jalan. Pemantauan tersebut juga kami lakukan dengan mengakomodir informasi-informasi dan wawancara dengan masyarakat serta pihak lainnya yang terlibat dalam pembangunan jalan di desa Kelinjau Ilir. Apalagi Desa Kelinjau ilir hanyalah desa kecil, tentunya untuk mendapatkan informasi dan data-data bukanlah sebuah hal yang sulit. Desa Kelinjau Ilir juga merupakan ibukota kecamatan Muara Ancalong dan desa yang tertua dari 8 ( delapan ) desa yang terdapat di kecamatan Muara Ancalong.

LSM Forum Pemuda Pemantau Kebijakan Kaltim, menjunjung tinggi azas praduga tidak bersalah, ( presumption of innocent ) maka untuk membuktikan data-data dari hasil investigasi atas dugaan – dugaan penyalahgunaan dana desa tersebut  kami menyerahkan sepenuhnya pihak yang lebih berwenang, dan pihak  kami telah menyampaikan laporan secara resmi pada pihak Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, yang kemudian akan di tindaklanjuti oleh pihak kejaksaan negeri Kabupaten Kutai Timur.

Pihak kamipun telah melakukan koordinasi baik dengan pihak Kejaksaan Negeri Kutim juga dengan pihak Inspektorat Daerah Kutai Timur. Pihak kami sangat mengharapkan agar data-data dugaan penyalahgunaan dana desa yang kami sampaikan kiranya dapat segera dilakukan diusut secara transparan.  Walau pihak kami menjunjung tinggi azas praduga tidak bersalah, namun tentunya juga pihak kami juga akan senatiasa aktif melakukan pemantauan yang akan dilakukan oleh pihak kejaksaan Negeri Kutim atau pihak Inspektorat Daerah Kutim atas dugaan kasus dana desa tersebut, dalam rangka ikut serta menegakan supremasi hukum di Indonesia.

Semua warga negara sama kedudukannya dimata hukum ( Equality before of law )