Konspirasi dan Strategi Perang Modern

Oleh : Wahdiat Alghazali

(Ketua harian DPP Pusaka – Kalimantan)

telisiktuntas.com – Perjalanan sejarah dunia sedikit memaksa kita mengetahui masa lalu. Peradaban manusia tidak lepas dari sifat dan sikap manusia yang cenderung egoistik, ingin menguasai, ingin superior dan lain-lain sehingga sifat manusia tersebut kecendrungan negatif.

Jika saja tidak ada Revolusi Industri di Inggris bisa saja sampai sekarang kemajuan teknologi sulit berkembang. Kemampuan inovatif dan kreasi manusia tidak terlepas dari keinginan agar manusia bisa mendapat kekayaan dan kemajuan ekonomi. Sehingga dengan kemajuan maka manusia setidaknya harus adaptif terhadap perubahan. Lihat teori Kaizen Jepang juga lahir dari keterbatasan kekayaan alam  negara Jepang yang juga berada dalam gugus ring of fire, kalah perang dunia ke2 membuat Jepang harus lebih efisien, lebih siap dan berusaha untuk maju.

Peristiwa peradaban dunia tidak lepas dari sense of power dimana sebuah bangsa pasti menginginkan kekuasaan atas negaranya, regionalnya bahkan international. Sebut saja War 1 dan War 2 adalah contoh negara pemicu perang selalu ingin menancapkan kekuasaannya demi kemajuan ekonominya.

Sejarah Jerman yang haus kekuasaan, Inggris haus penjajahan termasuk prancis, belanda dan Jepang. Sehingga peristiwa keserakahan umat manusia memicu terjadinya perang dunia yang memakan korban jutaan umat manusia. Mulai dari unjuk kekuatan senjata sampai terakhir bom atom yang dijatuhkan di Hirosima dan Nagasaki memusnahkan jutaan korban. Ini menandakan bahwa manusia itu hakekatnya haus kekuasaan… haus kekayaan.

Lahirnya teori yang bersandar pada ekonomi makro yg menurut sejarah, kemunculan ilmu ekonomi makro dipicu oleh sebuah peristiwa ekonomi yang disebut Great Depression (Depresi Besar) yang terjadi di Amerika Serikat medio 1929 sampai 1933. Peristiwa ini memicu serangkaian permasalahan di bidang ekonomi, seperti pengangguran, investasi merosot, dan hasil dari perekonomian berkurang.

Sebagaimana diketahui peristiwa Depresi Besar diawali dari penerapan liberasi ekonomi. Jangka waktu empat tahun, peristiwa ini memunculkan berbagai keragu-raguan atas hipotesis dari ilmu ekonomi klasik, yang menyebutkan “invisible hand” akan bergerak menyeimbangkan keadaan pasar. Hipotesis dari teori ini tidak terbukti dalam peristiwa ini.

Hal ini memicu seorang ekonom Inggris revolusioner, John Maynard Keynes, merilis sebuah buku The General Theory of Employment, Interest and Money (1936). Dimana buku ini berisi tentang kritik terhadap teori ilmu ekonomi klasik mengenai pasar yang terlalu menekankan perekonomian dari sisi penawaran. Ia juga menawarkan solusi yang mampu memulihkan keadaan ekonomi negara dengan bantuan negara (pemerintah) itu sendiri di bidang ekonomi untuk memberikan rangsangan dari sisi permintaan.

Akhir drama dari teori2 barat ini lebih banyak mengajarkan pola monopolistis, sehingga negara2 kuat cendrung menancapkan kekuatan ekonominya melalui cara kolonialisme dengan melakukan kegiatan ekpansi menguras SDA negara terkebelakang. Akhir dari drama ekonomi makro ini adalah potret dunia saat ini.

Hukum permintaan dan penawaran sudah bukan jamannya lagi. Bahkan buku The Wealth of Nation Adam Smith juga ikut2an membuat dunia penuh dengan konspirasi2 agung yang membuat bangsa2 saling berebut kekayaan.

Trade war Amerika dan China adalah cara perang modern yang tidak lagi menggunakan senjata konvensional maupu senjata nuklir. Dunia dibuat tercengang dengan kemajuan ekonomi china dalam 1 dekade seperti membalik telapak tangan. Kemajuan china begitu cepat dan membuat Amerika dan Barat ketar ketir. Bisa dipastikan trade war yg dilancarkan Donald Trump kepada China adalah sinyal kuat perang bukan lagi dari kekuatan lomba senjata. Tetapi perang sudah menggunakan kekuatan ekonomi dan pasar bahkan virus kecil yg tidak terlihat mampu menjadi senjata ampuh pemusnah massal.

Inilah yang penulis kuatirkan bahwa munculnya pendemik Covid-19 bisa jadi sengaja disebarkan ke seluruh dunia menjadi bagian dari strategi konsprirasi dalam Trade War. Virus yang disebut para ahli adalah jenis virus yang sangat mematikan ini jika tidak diantisipasi dapat membunuh jutaan bahkan milyaran penduduk bumi.

Lalu siapa yang diuntungkan dalam perang dan konspirasi ini. Benarkah jika ada racun pasti ada penawar. Sampai saat ini saja dari penelitian dan investigasi tentang corona ini masih simpang siur. Mengapa pertama kali ditemukan di Wuhan. Kenapa harus terjadi di pasar ektrim Wuhan. Dan mengapa pertama sekali virus ini berasal dari china. Mengapa bukan dari negara lain yg tidak masuk dalam kekuatan trade war?? Pertanyaan kedua adalah mengapa virus ini cepat sekali menyebar. Apakah memang dibawa manusia atau memang virus ini disebarkan secara langsung ke seluruh belahan dunia. Lalu mengapa yang menjadi korban terbanyak justru negara uncle sam Amerika?

Fenomena inilah yang wajib diketahui penduduk bumi, bahwa perlombaan mengejar kekayaan ekonomi  sudah menggeser nilai dan hukum keseimbangan menjadi hukum kekuatan konspirasi global sehingga benar apa yang akan kita kuatirkan pada masa anak cucu kita nanti bahwa peradaban umat manusia sudah bersandar pada bukti nilai2 kemanusiaan dan nilai2 kestabilan sulit dirasakan mereka pada masa akan datang.

Sehingga benar apa yang disinyalkan Allah SWT dalam Al Hujurat 13 menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari seorang laki-laki (nabi Adam as) dan seorang perempuan (Hawa) dan menjadikan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya mereka saling mengenal dan tolong menolong. Tetapi yang terjadi sekarang adalah justru sebaliknya.